Senin, 28 Oktober 2013

Contoh Penerapan Mazhab Etika - Tugas Etika Pemerintahan - UPS Tegal






Etika pemerintahan merupakan mata kuliah yang ditawarkan pada semester akhir di salah satu fakultas ilmu sosial dan ilmu politik. Mata kuliah ini sangat penting sekali diberikan kepada mahasiswa/i jurusan ilmu pemerintahan untuk bahan modal implementasi dilapangan sebagai calon-calon birokrat yang beretika.
Berbicara etika tidak lepas dengan Moral, kedua hal tersebut memiliki arti yang berbeda namun saling terkait ketika dibicarakan di masyarakat. Ada beberapa pendapat ahli yang mengatakan bahwa Etika merupakan cabang ilmu filsafat yang secara teoritik menyoroti, menganalisis dan mengevaluasi ajaran-ajaran tentang mana perilaku yang baik dan mana yang buruk. (Alois A.Nugroho) kemudian Moral menurutnya (Alois A.Nugroho) adalah suatu ajaran tentang menyoroti suatu perilaku yang baik dan buruk (mutlak).
Dalam ilmu pemerintahan ada beberapa mazhab Etika atau dapat kita sebut dengan aliran atau sesuatu yang di ikuti, antara lain :
1.      Hedonisme
adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme juga merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia.(Wikipedia.org)
            dalam suatu negara, aliran ini banyak diterapkan di negara indonesia, ini dapat kita temukan pada para pejabat ataupun masyarakatnya yang cenderung konsumtif.
2.      Eksistensialisme
Adalah pandangan hidup seseorang yang menganggap bahwa orang akan bahagia dengan keberadaan mereka atau kedudukan yang mereka miliki karena kerja keras dan upaya mereka sendiri tanpa campur tangan Tuhan. Pandangan atau aliran ini tidak percaya akan keberadaannya sang pencipta, mereka percaya bahwa dengan melakukan kerja keras mereka akan membahagiakan mereka. Dalam penerapan di dalam suatu negara komunis, negara maju dan atau negara yang cenderung menganut atheisme. Ini terjadi pada negara china dan korea utara.


3.      Utilitarianisme
Bentham adalah pendiri pandangan utilitarian, dia memiliki hubungan erat dengan John Stuart Mill. Bentham membagi prinsip manusia kepada tiga hal yakni ascesticism, sympathy, dan anthipathy. Menurut Bentham tugas negara adalah mengarahkan warganya kepada kesenangan, untuk menjamin kesenangan adalah tugas dari negara untuk menggunakan metode hadiah dan hukuman pada warganya.(Wikipedia.org)faham ini juga diterapkan pada hampir semua negara, ketika ada suatu tugas yang dilakukan dengan baik/sesuai dengan harapan maka akan mendapatkan apresiasi dan begitupun sebaliknya ketika ada kesalahan maka akan ada hukuman/ konsekuensi yang harus dilakukan.
4.      Stoisme
Merupakan pandangan hidup manusia yang menganggap bahwa kebahagiaan mereka adalah dengan cara memiskinkan diri. Mereka menganggap bahwa kekayaan adalah sebuah kehinaan. Harta yang mereka miliki hanya sekedar yang mereka butuhkan saja dan mereka lebih banyak memberikan hartanya kepada orang lain. Faham ini juga dapat kita temukan pada negara berkembang seperti negara indonesia, sebagai contoh
Stoisisme dirintis oleh zeno (336-264)SM, berasal dari kata Stoa (gang-gang). Inti dari ajaran Stoa adalah etika, menurut ajaran ini, manusia itu adalah bagian dari alam, sehingga ia wajib untuk hidup selaras dengan alam. Bagaimanapun alam ini sudah berjalan sebagaimana adanya menurut rasio(logos)-nya sendiri, sehingga kejadian yang sudah ditentukan oleh alam itu tidak mungkin dapat dielakkan oleh manusia. Sebelum dapat mencapai keselarasan dengan alam itu, manusia harus terlebih dahulu menyelaraskan dirinya sediri, yakni dengan selalu menyesuaikan perilaku dengan akalnya. Kebajikan tidak lain adalah akal yang benar (recta ratio). dengan demikian akal atau rasio yang dimaksud disini tidak lagi sekadar akal pribadi manusia itu, melainkan juga akal alam yang juga dapat diartikan sebagai hukum alam yang bersifat Ilahi.(Filsafat Stoisisme.htm)
5.      Fatalisme
Merupakan pandangan atau faham manusia yang mempercayai dengan adanya Tuhan.  Mereka begitu pasrah dengan kehidupan yang telah diberikan sang pencipta tanpa mereka berusaha. Faham ini biasa kita jumpai pada aliran-aliran yang sangat teguh dengan adanya Tuhan dan masyarakat primitif dan atau masyarakat tradisional. Faham ini ter-terapkan pada sekelompok masyarakat tertentu.
6.      Pragmatisme
Yakni Pandangan hidup manusia bahwa apa yang mereka kerjakan hanyalah untuk hari ini. Faham ini tidak berencana untuk memikirkan masa depan. Ini terjadi pada masyarakat indonesia, mereka berfikiran bahwa hidup adalah untuk hari ini apa yang mereka lakukan dan untuk masa depan merupakan urusan selanjutnya.
7.      Naturalisme
Merupakan pandangan hidup manusia tentang apa yang tampak mengartikan sesuatu yang tidak tampak artinya apa yang telah dikerjakan/fisik itu memiliki arti dan menggambarkan sesuatu yang dari dalam yang tak tampak oleh mata. Ini terjadi pada negara yunani, karena mereka memandang sesuatu secara dalam. Pada zaman yunani kuno lah banyak tokoh-tokoh filsuf bermunculan.
8.      Progresivisme
Merupakan pandangan hidup manusia bahwa berupaya adalah sesuatu yang wajib untuk mencapai kemajuan hidupnya. Dalam kehidupan bernegara, negara wajib untuk berupaya dalam mencapai suatu kemajuan. Ini terjadi pada negara-negara berkembang yaitu yang memiliki capaian-capaian untuk kemajuan negara nya seperti di negara indonesia dan malaysia.
9.      Positifisme
Merupakan faham yang mempercayai dengan keilmuan yang mereka miliki, mereka juga tidak percaya dengan Tuhan. Faham ini cenderung terjadi pada negara yang masyarakatnya menganut atheisme. Negara korea utara, perkembangan ilmu telah merubah cara pandang masyarakatnya. Dinegara ini mereka hanya mempercayai dengan adanya Dewa-dewa. Dan dengan kemajuan ilmu dan teknologi mereka pun yang dapat merubah kehidupan masyarakatnya.

Rabu, 25 September 2013

Perspektif Politik Mahasiswa terhadap pilkada - Suara Tegal -

Pilbupmerupakan salah satu bentuk adanya demokrasi di negara kita, pemilu yang pada dasarnya memiliki esensi sebagai sarana untuk membentuk sistem kekuasaan yang dimana Pada hakekatnya, pemilu merupakan pengakuan dan perwujudan dari hak-hak politik rakyat dan sekaligus merupakan pendelegasian hak-hak tersebut oleh rakyat kepada wakil-wakilnya untuk menjalankan roda pemerintahan. Pemilu yang dilaksanakan secara demokratis berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil ini memberikan warna bagi wajah perpolitikan di negara kita.
Pilbup suatu hal yang tidak asing lagi dikalangan masyarakat kita dan juga dikalangan mahasiswa. Mahasiswa yang dikenal sebagai agen perubahan (agent of change) ini diharapkan dapat memberikan gagasan konsep maupun ide-ide baru yang bermanfaat bagi masyarakat dan juga pemerintahan.
Berbicara tentang pilbup, banyak persolan yang dapat terlihat yaitu masyarakat yang begitu komplek dan memiliki pandangan yang berbeda-beda sekaligus kepentingan yang berbeda pula. Banyak kecenderungan terjadi gesekan pada masyarakat dan banyak oknum yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan momen pemilihan tersebut.
Dalam kondisi yang seperti inilah, mahasiswa dapat membaca dan memfungsikan dirinya sebagai salah satu kontrol sosial (social control) bagi perjalanan pemerintahan nantinya.
Saat ini kabupaten tegal memiliki 5 kandidaat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten tegal,yakni :
1.      R. Himawan Kasakawa SH.MH sebagai calon Bupati Kabupaten Tegal dengan calon Wakil bupati dr. Budi Sutrisno, M.Kes dengan partai usungan Partai Demokrat, Partai Gerindra,PKPB
2.      Entus Susmono sebagai calon Bupatidengan calon Wakil bupatiDra. Umi Azizah dengan partai usungan Partai Kebangkitan Bangsa.
3.      dr. H.Moh Edi Utomo sebagai calon bupati dengan calon wakil bupati Dr. H.Abasari,M.Hum dengan partai usungan Partai Golkar,PAN, PPP
4.      Rojikin AH,SE sebagai calon bupati dengan calon wakil bupati H.Budhiharto,SH.MM dengan partai usungan PDIP
5.      Drs.H. Abdul Fikri,MM sebagai calon bupati dengan calon wakil bupati Drs. Kahar Mudakirdengan partai usungan Partai Keadilan Sejahtera,Partai Hanura,PKNU, dan Partai Buruh
Setiap partai memiliki Strategi politik (Politic Strategy)danlatar belakang yang berbeda,Harapan yang sama yang didambakan oleh semua stackholder adalah suksesnya proses pemilihan tersebut dengan asas Luber dan Jurdil. Perubahan yang mengutamakan keadilan dan kesejahteraan rakyat ini bergantung pada suksesnya Pemilihan kepala daerah (Pilbup) yang berlangsung aman,damai dan bermutu. Hal tersebut dapat mempengaruhi proses pemilihan selanjutnya baik dalam tingkat lokal (daerah) maupun nasional.Namun pada realita dilapangan masih banyak terjadi kecurangan yang dilakukan,tim sukses yang saling menjatuhkan calon-calonnya sampai politik uang (money politic) dan berbagai kecurangan dilakukan demi mendapatkan kekuasaannya.
Mahasiswa sebagai social control inilah yang membantu mengkawal bagaimana berlangsungnya proses pemilihan tersebut yang dapat memenuhi standar kualitasnya.
Selamat dan Sukses selalu untuk Pesta Demokrasi Pilbup Kabupaten Tegal dan tentukan pilihan demi mewujudkan otonomi daerah dan perubahan untuk berkembangnya potensi lokal Kabupaten Tegal dalam 5 tahun kedepan.

Siti Hartati
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Pancasakti Tegal

Selasa, 19 Maret 2013

Penelitian Kuantitatif

Ciri-ciri Utama Penelitian Kuantitatif

Oleh : Prasetya Irawan

Beberapa ciri penelitian kuantitatif berikut ini mudah-mudahan memperjelas pemahaman kita tentang penelitian kuantitatif. Ciri-­ciri tersebut adalah:
1. Permasalahan penelitian terbatas dan sempit
2. Mengikuti pola berpikir deduktif
3. Mempercayai angka (statistika atau matematika) sebagai
instrumen untuk menjelaskan kebenaran.
4. Membangun validitas internal dan validitas eksternal sebaik
mungkin.

1. Permasalahan Penelitian Terbatas dan Sempit
Sejak awal peneliti kuantitatif telah berusaha membatasi lingkup penelitiannya, dengan mengidentifikasikan satu atau beberapa variabel saja. Peneliti berusaha keras untuk memilih variabel yang menurutnya paling penting untuk diteliti. Obsesinya adalah menemukan sesedikit mungkin variabel, tetapi yang mungkin menjelaskan realitas kebenaran sebanyak mungkin.
Di kalangan ilmuwan eksakta, dipercayai bahwa alam semesta ini diatur oleh hukum-hukum yang sederhana. Jika mereka menemukan suatu penjelasan yang melibatkan banyak variabel, mereka menjadi gelisah, dan merasa ada yang salah. Misalnya, mereka percaya ada satu hukum "sederhana" yang menyatukan empat kekuatan besar di alam semesta (interaksi lemah, elektromagnetik, gravitasi, dan interaksi kuat) dalam satu hukum (mereka menyebutnya "The Grand Unified Theory").
Jika menggunakan rumus regresi, dikenal satu pemeo "less is more". Maksudnya, semakin sedikit prediktor (variabel X) semakin baik dan semakin besar kekuatan memprediksi variabel Y. Pendeknya, menemukan gambaran luas dan umum tentang sesuatu bukanlah cita-cita peneliti kuantitatif. Tetapi ia memilih satu aspek realitas yang sangat spesifik dan "kecil" untuk diteliti.




2. Mengikuti Pola Berpikir Deduktif
Secara umum, pola berpikir deduktif berjalan seperti ini:

Pengamatan            Hipotesis              Pengumpuian Data    
Pengujian Hipotesis           Kesimpulan

Albert Einstein percaya betul pada superioritas metode deduktif ini dan mengatakan (dalam Suriasumantri, 1981)

Tak ada metode induktif yang mampu menuju pada konsep fundamental dari ilmu alam. Kegagalan dalam menyadari hal ini merupakan kesalahan dasar filosofis dari banyak sekali peneliti dalam abad 19. Sekarang kita sadari dengan sepenuhnya betapa salahnya para ahli teori yang berpendapat bahwa teori datang secara induktif dari pengalaman.

Sekedar untuk diingat, jumlah bab di dalam skripsi/tesis/disertasi pada umumnya adalah lima. Jumlah bab ini bukan sekedar urusan administrasi, tetapi merupakan cerminan struktur logis pengembangan sains.

3. Mempercayai Statistika atau Matematika Sebagai Instrumen Untuk
     Menjelaskan Kebenaran

Ketika suatu saat seseorang mengomentari Albert Einstein tentang teorinya yang rumit (dalam bentuk hitungan-hitungan matematika) bahwa "itu hanya teori, tidak ada gunanya bila tidak cocok dengan realitas di lapangan". Einstein menjawab "Anda benar, hanya observasi yang mampu membimbing kita menuju ke kebenaran. Saya tidak percaya pada matematika".
Tentu saja kita tak pernah tahu apakah dialog ini benar-benar terjadi. Tapi tak bisa dipungkiri bahwa semua peneliti kuantitatif (termasuk Einstein) selalu menggunakan bahasa angka untuk mengungkapkan pikiran-pikiran mereka. David Hume pernah mengatakan, pemikiran abstrak tanpa kuantitas dan angka adalah khayalan dan debat kusir belaka (dalam Lawrence, 1989).
Karena tradisi kuantitatif yang sangat kuat inilah, maka peneliti ilmu sosial pun merasa "kurang ilmiah" jika tidak menjelaskan penemuan-penemuannya dalam bentuk angka.
Tetapi kadang-kadang hal ini terjadi secara berlebihan. Banyak peneliti ilmu sosial, misalnya, memaksakan diri menggunakan rumus regresi (y = a+bx) pada hal data yang dia miliki hanya berskala or­dinal atau bahkan nominal. Angka yang dihitung pasti muncul. Tetapi angka-angka dalam rumus itu sebenarnya "statistically non­sense".

4. Membangun Validitas Internal dan Validitas Eksternal Sebaik Mungkin
Menghitung korelasi antara dua variabel adalah mudah. Tetapi meyakinkan bahwa satu variabel benar-benar membuat variabel yang lain berubah-ubah, ini yang sangat sulit. Validitas internal tercapai jika peneliti berhasil meyakinkan bahwa variabel Y benar­benar dipengaruhi oleh variabel X (bukan oleh variabel W,K, atau Q).
Selanjutnya, peneliti berpikir, Apakah temuan saya ini juga berlaku di konteks lain (selain penelitian yang saya lakukan?) Bila ternyata ya, berlaku, maka peneliti telah mencapai validitas eksternal. Dalam hal ini, peneliti yang teliti tidak hanya senang karena dia telah mencapai validitas eksternal dalam penelitiannya. Tetapi dia juga khawatir terhadap kasus-kasus yang bisa mendiskonfirmasi temuannya. Maka, sebelum orang lain yang mendiskonfirmasi temuannya, peneliti itu sendiri mencari kasus-­kasus yang berpotensi mendiskonfirmasi temuannya itu.
Dalam hal ini ada beberapa variabel penting yang berpotensi merusak validitas internal. Variabel-variabel ini (disebut Extraneous Varable) seperti misalnya History, Maturation, Regression Effect, dan lain-lain) harus dikontrol dengan sebaik-baiknya oleh peneliti.





Selasa, 12 Maret 2013

11 Peristiwa dalam Sejarah Islam yang Terjadi di Bulan Ramadan

Bulan Ramadhan tidak sebatas sebagai bulan suci bagi umat Muslim. Dalam sejarah Islam, sejumlah peristiwa besar yang sangat menentukan dan bermakna bagi umat Muslim terjadi di bulan ini. Sedikitnya, ada 11 peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam, baik klasik ataupun modern. Apa sajakah peristiwa-peristiwa tersebut?

Berikut 11 Peristiwa Bersejarah Islam di Bulan Ramadhan.

1. Pembebasan Makkah (Fathul Makkah)

Apa itu Fathul Makkah? Peristiwa Fathul Makkah adalah sebuah peristiwa di mana akhirnya Nabi Muhammad dan para sahabat berhasil menguasai Makkah dan menghancurkan berhala-berhala di sekitarnya. Sehingga Ka'bah kembali suci. Peristiwa ini bermula dari perjanjian Hudaibiyah tahun 628 M. Ini adalah perjanjian antara kaum muslimin dan kaum Quraisy. Perjanjian ini terjadi ketika satu rombongan yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad hendak melaksanakan haji di Baitullah. Namun, pihak Quraisy melihatnya sebagai sebuah ancaman. Jika orang-orang dari Madinah, yang notabene adalah rival dari kafir Quraisy datang ke Makkah, maka apa tanggapan orang-orang nanti? Untuk itulah, pemuka-pemuka Quraisy dengan segala daya upaya menyusun sebuah strategi, yaitu mengikat kaum muslimin dalam suatu perjanjian agar tidak dapat leluasa mengunjungi Makkah. Dan terjadilah perjanjian Hudaibiyah. Ketakutan kaum kafir Quraisy ini wajar muncul, sebab setelah Nabi saw dan beberapa ratus sahabat hijrah dari Makkah menuju Yatsrib (Madinah), antara kaum Muslimin dan kaum Quraisy hampir selalu terjadi peperangan yang tak terelakkan. Dalam pengepungan selama 20 hari oleh 10 ribu pasukan Quraisy terhadap Madinah pada tahun 627 M, Nabi Muhammad saw dan 3.000 umat Islam berhasil mempertahankan Madinah.

Isi perjanjian Hudaibiyah antara lain:

  • Pertama, gencatan senjata selama sepuluh tahun
  • Kedua, orang Islam dibenarkan memasuki Makkah pada tahun berikutnya, tinggal di sana selama tiga hari saja dengan hanya membawa sebilah senjata.
  • Ketiga, bekerja sama dalam perkara yang membawa kepada kebaikan.
  • Keempat, orang Quraisy yang lari ke pihak Islam harus dikembalikan ke Makkah.
  • Kelima, orang Islam yang lari ke Makkah tidak dikembalikan ke Madinah,
  • keenam, kedua belah pihak boleh membangun kerja sama dengan kabilah lain tapi tidak boleh membantu dalam hal peperangan.

Akhirnya pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, Nabi Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Makkah, dan kemudian menguasai Makkah secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikit pun, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka'bah.

2. Bulan Diturunkan Alquran

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Alquran: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)..." (QS Al Baqarah: 185)

Imam Ibnu Katsir menjelaskan: “Allah SWT memuji Ramadan di antara bulan-bulan lainnya, karena Dia telah memilihnya di antara semua bulan sebagai bulan yang padanya diturunkan Al-quran yang agung". Sebagaimana Allah mengkhususkan Ramadan sebagai bulan diturunkannya Alquran, sesungguhnya telah disebutkan oleh hadits bahwa pada bulan Ramadhan pula kitab Allah lainnya diturunkan kepada para Nabi sebelum Nabi Muhammad saw.

Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya meriwayatkan: "Lembaran-lembaran (shuhuf) Nabi Ibrahim diturunkan pada permulaan malam Ramadan dan kitab Taurat diturunkan pada tanggal enam Ramadan, dan kitab Injil diturunkan pada tanggal tiga belas Ramadan, sedang Alquran diturunkan pada tanggal dua puluh empat Ramadhan.” (HR. Ahmad dalam Musnad, dan dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah, no. 1575)

3. Peristiwa Perang Badar

Pada hari Jumat 2 Ramadhan tahun ke-2 H terjadi perang pertama dalam Islam yang dikenal Perang Badar. Badar adalah nama tempat di sebuah lembah yang terletak di antara Madinah dan Makkah. Tentara Islam mengontrol lokasi strategis dengan menguasai sumber air yang ada di daerah tersebut.

Perang ini melibatkan tentara Islam sebanyak 313 anggota berhadapan dengan 1.000 tentara musyrikin Makkah yang lengkap bersenjata. Dalam perang ini, tentara Islam memenangkan pertempuran dengan 70 tentara musyrikin terbunuh, 70 lagi ditawan. Sisanya melarikan diri.

Perang ini adalah suatu yang luar biasa ketika tentara Islam yang kurang jumlah, lemah dari sudut kelengkapan dan berpuasa dalam bulan Ramadan memenangkan pertempuran Perang Badar. Ini membuktikan puasa bukan penyebab umat Islam bersikap lemah dan malas sebaliknya berusaha demi mencapai keridhaan Allah. Orang yang berjuang demi mencapai keridhaan Allah pasti mencapai kemenangan yang dijanjikan.

"Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya" (QS Al-Imran:123)

4. Islam Masuk ke Yaman

Yaman terletak di selatan semenanjung tanah Arab. Nabi Muhammad mengutus Ali bin Abi Thalib dengan membawa surat beliau untuk penduduk Yaman khususnya suku Hamdan. Dalam periode satu hari, semua mereka memeluk agama Islam secara aman. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada bulan Ramadan tahun ke-10 hijrah.

5. Khalid bin Walid Meruntuhkan Berhala Al ‘uzza

Setelah umat Islam membebaskan kota Makkah, Nabi Muhammad saw menyucikannya dengan memusnahkan 360 patung di sekeliling Ka'bah. Lima hari sebelum berakhirnya Ramadhan tahun ke-9 H, Rasulullah mengirim Khalid bin Walid untuk memusnahkan patung al 'Uzza di Nakhla. Menurut kepercayaan Arab jahiliyah, al 'Uzza adalah patung dewi terbesar di daerah tersebut. Khalid bin Walid melaksanakan tugas itu dengan bergerak menuju ke Nakhla lalu menghancurkan patung al 'Uzza. Setelah itu, penyembahan patung pun berakhir.

6. Penyerahan Kota Taif

Kota Taif pernah mencatat sejarah ketika penduduknya mengusir Nabi Muhammad saw saat berdakwah di sana. Setelah beliau dan umat Islam berhasil membebaskan Makkah, kaum Bani Thaqif bersikeras tidak mau tunduk kepada Nabi Muhammad.

Nabi muhammad dan tentara Islam lalu maju ke Taif dan mengepungnya dalam waktu lama. Akhirnya kaum Bani Thaqif datang ke Makkah di bulan Ramadan tahun ke-9 H dengan menyerahkan kota Taif sebagai tanda menyerah.

7. Pembebasan Andalusia (Spanyol)

Andalus adalah nama Arab yang diberikan kepada wilayah-wilayah bagian semenanjung Liberia yang diperintah oleh orang Islam selama beberapa waktu mulai tahun 711 sampai 1492 M. Pada 28 Ramadan tahun ke-92 H, panglima Islam bernama Tariq bin Ziyad dikirim pemerintahan Bani Umayyah untuk menawan Andalus.

Tariq memimpin armada Islam menyeberangi laut yang memisahkan Afrika dan Eropa. Setelah pasukan Islam mendarat, Tariq membakar kapal-kapal tentara Islam agar mereka tidak berpikir untuk mundur. Akhirnya pasukan Tariq berhasil menguasai Andalus dan menyelamatkan rakyat Andalus yang dizalimi. Islam bertapak di Andalus selama delapan abad.

8. Peperangan Zallaqah di Portugal

Peristiwa ini terjadi setelah subuh hari Jumat, bulan Ramadan tahun 459 H. Ketika itu, terjadi kebangkitan dinasti Murabit di Afrika Utara. Gubernur Cordova, Al Muktamin meminta bantuan Sultan Dinasti Murabit, Yusuf bin Tasyifin untuk memerangi Alfonso VI.

Tentara yang dipimpin oleh Alfonso VI yang berjumlah 80.000 tentara berhasil dikalahkan. Dalam waktu yang singkat Sultan Yusuf berhasil menguasai seluruh Spanyol dan menyelamatkan umat Islam. Setelah itu, Dinasti Murabit di Spanyol berdiri sejak 1090 sampai 1147 M.

9. Tentara Islam Mengalahkan Tentara Mongol

Pada tahun 126 sampai 1405 M, kaum Mongol melebarkan penaklukannya hampir semua benua Asia. Menurut sejarah, kekaisaran penaklukan mereka seluas 33 juta kilometer persegi. Jenderal tentara Mongol dikenal sebagai Genghis Khan. Dalam misi penaklukan itu, mereka membunuh lebih sejuta rakyat negara yang dikalahkan. Penaklukan mereka menjangkau sampai ke Moscow dan Kiev.

Pada tahun 1258, tentara pimpinan jenderal Hulagu Khan menyerbu kota Baghdad yang menjadi kemegahan Dinasti Abbasiah. Dalam serangan itu, banyak umat Islam terbunuh dan banyak buku karangan sarjana Islam dibuang ke dalam Sungai Eufrat dan Dajlah sehingga airnya menjadi hitam karena tinta. Pada 15 Ramadan 658 H bersamaan 1260 M, tentara Islam bangkit membuat serangan balas. Tentara Islam dan para ulama pimpinan Sultan Qutuz dari dinasti Mamluk, Mesir menyerbu ke Palestina setelah Mongol menguasainya. Kedua pihak bertemu di Ain jalut. Terjadilah Perang Ain Jalut.

Dalam pertempuran itu, tentara Islam meraih kemenangan dan berhasil menawan Kitbuqa Noyen, penasihat Hulagu Khan yang menasihatinya untuk menyerang Baghdad. Kitbuqa akhirnya dieksekusi. Kemenangan itu adalah suatu yang luar biasa saat Mongol yang terkenal dengan kekerasan akhirnya kalah pada tentara Islam.

10. Peperangan Yakhliz

Pada 15 Ramadan 1294 H, tentara Islam dari Dinasti Ottoman yang dipimpin oleh Ahmad Mukhtar Basya dengan jumlah 34.000 anggota mengalahkan tentara Rusia yang berjumlah 740.000. Sebanyak 10.000 tentara Rusia tewas dalam pertempuran itu. Ia menjadi kebanggaan umat Islam mempertahankan agama yang diancam oleh pemerintah Tzar di Rusia.

11. Direbutnya Garis Bar Lev, Israel

Dalam sejarah modern, terjadi Perang Yom Kippur yang melibatkan tentara Islam (Mesir dan Syria) dengan tentara Israel pada 10 Ramadan 1390 H bertepatan dengan 6 0ktober sampai 22 atau 24 Oktober 1973 M. Perang Yom Kippur, juga dikenal sebagai perang Arab-Israel 1973, Perang Oktober, dan Perang Ramadan.

Ia adalah bagian dari konflik Arab-Israel sejak dari tahun 1948. Pada bulan Juni 1967, terjadi perang enam hari antara Israel dengan Mesir, Syria dan Yordania. Dalam pertempuran itu, Israel berhasil menduduki bukit Golan, Syria, di utara dan semenanjung Sinai, Mesir, di selatan hingga ke kanal Suez. Setelah itu, Israel membangun barisan pertahanan di Sinai dan bukit Golan. Pada tahun 1971, Israel mengalokasikan USD 500 juta untuk membangun benteng dan kerja tanah raksasa yang dinamai Garis Bar Lev, mengambil nama jenderal Israel, Haim Ber Lev.

Tentara Islam berhasil merebut benteng itu sekaligus mengalahkan Israel. Antara peristiwa menarik dalam perang ini adalah peran seorang sarjana Islam merangkap sebagai Imam Masjid kota Suez, Syeikh Hafiz Salamah yang memimpin peperangan.

http://forum.kompas.com/teras/145228-11-peristiwa-dalam-sejarah-islam-yang-terjadi-di-bulan-ramadan.html

Rabu, 12 September 2012

About APBD


ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), adalah rencana keuangan tahunan pemerintah daerah di Indonesia yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. APBD ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Tahun anggaran APBD meliputi masa satu tahun, mulai dari tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 31 Desember.
APBD terdiri atas:
§         Anggaran pendapatan, terdiri atas
§        Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang meliputi pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah, dan penerimaan lain-lain
§        Bagian dana perimbangan, yang meliputi Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus
§        Lain-lain pendapatan yang sah seperti dana hibah atau dana darurat.
§         Anggaran belanja, yang digunakan untuk keperluan penyelenggaraan tugas pemerintahan di daerah.
§         Pembiayaan, yaitu setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya.

FUNGSI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH
§         Fungsi otorisasi bermakna bahwa anggaran daerah menjadi dasar untuk merealisasi pendapatan dan belanja pada tahun bersangkutan. Tanpa dianggarkan dalam APBD sebuah kegiatan tidak memiliki kekuatan untuk dilaksanakan.
§         Fungsi perencanaan bermakna bahwa anggaran daerah menjadi pedoman bagi manajemen dalam merencanakan kegiatan pada tahun yang bersangkutan.
§         Fungsi perencanaan bermakna bahwa anggaran daerah menjadi pedoman bagi manajemen dalam merencanakan kegiatan pada tahun yang bersangkutan.
§         Fungsi pengawasan mengandung makna bahwa anggaran daerah menjadi pedoman untuk menilai keberhasilan atau kegagalan penyelenggaraan pemerintah daerah.
§         Fungsi alokasi mengandung makna bahwa anggaran daerah harus diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, dan pemborosan sumberdaya, serta meningkatkan efisiensi dan efektifitas perekonomian daerah.
§         Fungsi distribusi memiliki makna bahwa kebijakan-kebijakan dalam penganggaran daerah harus memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.
§         Fungsi stabilitasi memliki makna bahwa anggaran daerah menjadi alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian daerah.

Selasa, 11 September 2012

Dont Copas My Blog


Berikut ini adalah Cara Membuat Blog Agar Tidak Bisa Di Copy Paste yang dapat saya berikan untuk teman - teman semuanya :
  • Login ke blogger, klik rancangan dan pilih Tab Edit HTML
  • Centang Expand Widget Template
  • Cari kode </head> (gunakan ctrl+f)
  • Copy script berikut lalu paste tepat di bawah kode </head>
<SCRIPT type="text/javascript">
if (typeof document.onselectstart!="undefined") {
document.onselectstart=new Function ("return false");
}
else{
document.onmousedown=new Function ("return false");
document.onmouseup=new Function ("return true");
}
</SCRIPT>
  • Save.
  • Selesai.

Materi Kuliah Manajemen Logistik


PENGERTIAN MANAJEMEN LOGISTIK

Berdasarkan uraian dari pengertian manajemen dan pengertian logistik, bahwa manajemen lebih menitik beratkan pada cara untuk mengelola barang melalui tindakan-tindakan perencanaan dan penentuan kebutuhan, pengadaan, penyimpanan, penyaluran, pemeliharaan dan penghapusan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
A. Hasyim Ali mentermajhkan pendapat P. Bowersox tentang pengertian logistik modern. Dalam buku Manajemen Logistik, Bowersox mengemukakan definisi logistik sebagai berikut :
Logistik adalah proses pengelolaan yang strategis terhadap pemindahan dan penyimpanan strategis barang, suku cadang dan barang dari para suplier, diantara fasilitas-fasilitas perusahaan dan kepada para langganan. (Bowersox,Manajemen Logistik, 1986 : 13)
Fungsi Manajemen Logistik
Fungsi - fungsi manajemen logistik yang dikemukakan oleh  Subagya M  Suganda sebagai berikut :
1.                  Fungsi perencanaan dan penentuan kebutuhan
2.                  Fungsi penganggaran
3.                  Fungsi pengadaan
4.                  Fungsi penyimpanan dan penyaluran
5.                  Fungsi pemeliharaan
6.                  Fungsi penghapusan
7.                  Fungsi pengendalian
Penjelasan dari masing-masing fungsi adalah sebagai berikut :
1. Fungsi Perencanaan dan Penentuan Kebutuhan
Fungsi perencanaan mencakup aktivitas dalam menetapkan sasaran-sasaran, pedoman-pedoman, pengukuran penyelenggaran bidang logistik.
Penentuan kebutuhan merupakan perincian (detailering) dari fungsi perencaan, bilamana perlu semua faktor yang mempengaruhi penentuan kebutuhan harus diperhitungkan.
2. Fungsi Penganggaran
Fungsi penganggaran terdiri dari kegiatan dan usaha-usaha untuk merumuskan perincian penentuan kebutuhan dalam suatu skala standar, yakni skala mata uang dan jumlah biaya dengan memperhatikan pengarahan dan pembatasan yang berlaku.
3. Fungsi Penyimpanan dan Penyaluran
Fungsi ini untuk merumuskan perincian penentuan kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan operasional yang telah digariskan dalam fungsi perencanaan, penentuan kebutuhan maupun penganggaran.
4. Fungsi Penyimpanan dan Penyaluran
Fungsi ini merupakan pelaksanaan, penerimaan, peyimpanan dan penyaluran perlengkapan yang telah diadakan melalui fungsi-fungsi terdahulu untuk kemudian disalurkan kepada instansi-instansi pelaksana.
5. Fungsi Pemeliharaan
Fungsi pemeliharaan adalah usaha atau proses kegiatan untuk mempertahankan kondisi teknis, daya guna dan daya hasil barang inventaris.
6. Fungsi Penghapusan
Fungsi penghapusan yaitu berupa kegiatan-kegiatan dan usaha-usaha pembebasan barang dari pertangungjawaban yang berlaku. Dengan perkataan lain, fungsi penghapusan adalah usaha untuk menghapus kekayaan (asset) karena kerusakan yang tidak dapat diperbaikilagi, dinyatakan sudah tua dari segi ekonomis maupun teknis, kelebihan, hilang, susut dan karena hal-hal lain menurut peraturan perundangan-undangan yang berlaku.
7. Fungsi Pengendalian
Fungsi ini merupakan fungsi inti dari pengelolaan perlengkapan yang meliputi usaha untuk memonitor dan mengamankan keseluruhan pengelolaan logistik. Dalam fungsi ini diantaranya terdapat kegiatan-kegitan pengendalian inventarisasi (Inventory Control) dan Expenditing yang merupakan unsur-unsur utamanya.
Fungsi tersebut diatas pada dasarnya merupakan siklus kegiatan yang satu sama lain saling berkaitan dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Siklus kegiatan ini secara umum disebut Siklus Logistik


Sistem Kredit Syariah

Mengacu pada hukum ekonomi Islam, utang-piutang harus dikembalikan atau diterima dalam jumlah yang sama dan tak boleh lebih besar karena be...